setiap kali memandang perempuan itu,
ia hanya mengingatkan aku,
betapa aku harus segera meninggalkan hari kelmarin-ku.
Ada hal yang,perlu dilepaskan agar,paling tidak-nya
sebahagian dari kita akan mampu bahagia.
bukankah aku sudah bilang,sayang,
aku tlah lelah menjadi sang antagonis.
maka hiduplah dengan gembira,dan lupakan.