09 November 2014

untuk aku,
zaman marahkan tuhan,
merajuk, bila tidak diberi yang mahunya aku
sudah lama berakhir.
bukan lagi waktu untuk meratib hiba cinta berbalas benci.
bukan lagi harus sembunyi wajah, palingkan bahu bila hati pecah seribu.

cerita.
di hadapan tuhan.
dan tuhan tidaklah tuli.
maka dialah yang paling tahu bisik hati kita.

dengar.
dan dalam diam malam
dia berbicara
lewat surat mukzijat.
maka dialah yang paling memegang jiwa kita.

tidak ada surutnya ombak pasang dalam hidup ini.
mungkin bezanya pada letak pasrah.
tawakkal.
redha.
menerima.
- melepaskan.

biarkan aku rebahan di pangkuan tuhan
kerana jauhnya hati sudah berlabuh pulang.

dan tuhan itu tidaklah tuli.  



10 October 2014

Tuhan jangan kau
biar
ku patah hati
meski
paut harapku
serapuh
ranting
ditanah sahara.



26 May 2014

temptasi

mungkin ; cinta itu
adalah
apabila kau tidak dapat
memusatkan perhatianmu
pada seluruh kata-katanya
karena kau
terlalu leka
memandang dia
yang petah bicara
sambil gejolak hatimu
ingin mengucup
ulas bibirnya.











02 January 2014

Dansen

siapa yang menyelimutimu
tidur di sunyi gelap
dan mengucupimu
hening di awal mentari

yang menggenggam jemarimu
di sela bayu ancol
dan membawa lari hatimu
ke dataran monas

tak perlu ke bundaran HI 
untuk melihat kembang api 
di malam tahun baru
karena
di matamu sinarnya lebih terang
-katanya

yang memelukmu
layaknya anak kecil ingin dimanja
dan mendakapimu
dalam semilir hujan
(agar kau tidak kedinginan)

dan siapa pula yang mengusap
ubun-ubunmu dengan
 matanya yang bergenang sayu
sebaik kau dihantar
di depan rumahmu

Dansen,
cinta djakarta-ku,
hidup ini tiba-tiba
telah menjadi singkat
buat kita berdua.