02 January 2014

Dansen

siapa yang menyelimutimu
tidur di sunyi gelap
dan mengucupimu
hening di awal mentari

yang menggenggam jemarimu
di sela bayu ancol
dan membawa lari hatimu
ke dataran monas

tak perlu ke bundaran HI 
untuk melihat kembang api 
di malam tahun baru
karena
di matamu sinarnya lebih terang
-katanya

yang memelukmu
layaknya anak kecil ingin dimanja
dan mendakapimu
dalam semilir hujan
(agar kau tidak kedinginan)

dan siapa pula yang mengusap
ubun-ubunmu dengan
 matanya yang bergenang sayu
sebaik kau dihantar
di depan rumahmu

Dansen,
cinta djakarta-ku,
hidup ini tiba-tiba
telah menjadi singkat
buat kita berdua.