siapa yang menyelimutimu
tidur di sunyi gelap
dan mengucupimu
hening di awal mentari
yang menggenggam jemarimu
di sela bayu ancol
dan membawa lari hatimu
ke dataran monas
tak perlu ke bundaran HI
untuk melihat kembang api
di malam tahun baru
karena
di matamu sinarnya lebih terang
-katanya
yang memelukmu
layaknya anak kecil ingin dimanja
dan mendakapimu
dalam semilir hujan
(agar kau tidak kedinginan)
dan siapa pula yang mengusap
ubun-ubunmu dengan
matanya yang bergenang sayu
sebaik kau dihantar
di depan rumahmu
Dansen,
cinta djakarta-ku,
hidup ini tiba-tiba
telah menjadi singkat
buat kita berdua.