12 January 2015

transisi

Perubahan itu, selalu punya dua sisi. sama ada baik, atau buruk. meninggalkan sesuatu di belakang, dan berlari-lah mengejar yang di hadapan.
*
5 tahun 5 bulan di sana, dan sekarang saya sedang diam di kamar lama yang dulunya sangat saya rindukan..ternyata saya rupanya tertinggalkan sesuatu - hati dan cinta saya.

masih ingat pertama menghirup udara hangat jakarta, hiruk pikuk kemacetan jalan rayanya menenggelamkan jeritan saya betapa saya mahu kembali ke rumah. dan seseorang menyedarkan saya bahwa manusia itu punya pilihan. pilihan saya adalah berada di situ. maka jalani-lah. selesaikan apa yang sudah kamu mulai.

Indonesia mendewasakan saya. bermula dengan jajanan pinggir jalan yang enak-lazat-murah-mudah didapat-tapi jangan dipersoal kebersihannya-nikmatilah dengan tabah-. kemudiannya himpunan-himpunan buku puisi dan sajak yang sering tersorok malu dipojok toko buku.. servis taxi blue bird mahupun taxiku yang beribu kali lebih ramah dari servisnya restoran mahal di kota malaya, siri menjelajah kepulauan bangka, jawa dan sumatera ( yang belum saya sempurnakan route-nya), oh dan.. cerita-cerita seram, ngeri, pilu dan menyebalkan yang saya lalui di setiap postingan. semoga saya tidak akan lupa sensasi pertama kali menjahit luka kepala yang pecah digilis kereta api, pertama kali melihat jenazah hijau kembung yang matanya melotot, pertama kali bertungkus lumus menyelamatkan bayi imut yang sudahpun meninggal dunia, dan ya. pertama kali jari saya berada di lubang dubur pesakit kanser hati.

Lucu, dalam diam Indonesia menjadi rumah ke dua saya. dan saya merindukannya.

Mungkin, ingatan-ingatan ini nantinya akan semakin samar. dan mungkin kelak, hanya akan menjadi cebisan kumal yang terlipat, tersisip kemas di helaian takdir saya. Namun sementara itu, biarlah saya berbahagia dalam mengenangnya.

Kapan-kapan kita ketemu lagi,ya.