*
atok saya,dia memiliki sebuah rumah papan di tepi pantai.setiap malam saya berada di sana,sebelum tidur,saya akan dapat mendengar jelas bunyi cebur ombak,yang menyelinap masuk ke kamar bersama-sama udara dingin yang nakal bersiul di sela atap dan lubang angin.kalau tiada hujan,malam biasanya akan terang dibias bulan dan cahaya putih itu akan selalu jatuh tepat di atas katil saya,melalui jendela dan gorden tipisnya.
monsun pernah menjadi syurga buat saya.
pernah.
kali terakhir saya bertemu monsun kira-kira setahun yang lalu,ia tiba-tiba saja berubah wajah menjadi buram.monsun terakhir saya adalah kesedihan.dan air mata.dan luka perih.dan putus asa.dan kehilangan.dan kerinduan.dan kesepian.dan kejatuhan.dan kematian.
*
*
hari ini,musim itu datang kembali mengetuk pintu rumah saya,membawa bersama memori pelbagai rasa dan erti.maka saya menyambutnya dengan sebuah pengajaran yang panjang