21 August 2015

bahagia itu sederhana


sayang
ketahuilah bahwa
aku sangat merindukan sore-sore kita
bermacetan di jalan hanya semata
ke dorongan di bawah jembatan demi
semangkuk sop hangat yang segar

dan kalau hujung minggunya
kita berhujanan ke bogor
wisata di gunung halimun
berselimut embun sepanjang malam
sambil menikmati kopi jahe
di kaki curug

kadang kita lari ke kepulauan seribu
dengan kapal kayu sederhana kokoh
mengharung gelora ancol
sambil kulit kita gosong
dibakar mentari khatulistiwa
untung jernih biru lautnya
pintar membujuk
mengusir lelah
dan ketawa kita pun
berjejeran 
disepanjang pantai nan putih

kemana aja asal bareng kau;
itu yang sering kau ucap
saatku gusar tentang
waktu yang menjarak

dan ternyata, sayang
bahagia itu
sederhana buat kita.