sayang
ketahuilah bahwa
aku sangat merindukan sore-sore kita
bermacetan di
jalan hanya semata
ke dorongan di
bawah jembatan demi
semangkuk sop
hangat yang segar
dan kalau hujung
minggunya
kita berhujanan
ke bogor
wisata di gunung
halimun
berselimut embun
sepanjang malam
sambil menikmati
kopi jahe
di kaki curug
kadang kita lari
ke kepulauan seribu
dengan kapal
kayu sederhana kokoh
mengharung gelora
ancol
sambil kulit
kita gosong
dibakar mentari
khatulistiwa
untung jernih
biru lautnya
pintar membujuk
mengusir lelah
dan ketawa kita
pun
berjejeran
disepanjang pantai nan putih
kemana aja asal
bareng kau;
itu yang sering
kau ucap
saatku gusar
tentang
waktu yang menjarak
dan ternyata,
sayang
bahagia itu
sederhana buat kita.