'kenapa selalu pilih jalan susah?'
tanya dia, sambil pandangannya menusuk,
dengan senyum pahit ;
terpaling dipaksa-kan.
'kerana hati aku yakin'
dan aku tak mampu menatap matanya.
'baiklah. kalau jalan yang susah itu mampu membuat kau senang nantinya, aku akan jadi orang yang terbahagia sesudah kau.'
'terima kasih. doakan aku.'
...
sebelum berpisah, terbeku dalam ruang waktu, aku lontarkan kepadanya,
'u see, i'm leaving you. i will not coming back. i'm marrying someone else. and i believe he's the one. i'm sorry if this kind of takdir hurts you. but trust me. it hurts me as well. just, move on. find another girl, who can love you more than i did. i need to see you live a happier life so i can safely say leaving you is the damn righteous decision i ever made in my life.'
dia hanya senyum kecil kemudiannya ;
membuat keping-keping hatiku pecah berderai,
dan aku tahu, hati nya lebih dari itu.