13 July 2012

orang invisible yang sok absurd

awal pagi tadi nya,di auditorium,ketika pleno blok community medicine - seorang groupmate saya yang berbangsa Indonesia duduk di samping.john junior namanya.atau lebih senang dipanggil JJ.setelah pleno hampir sampai ke penghujung,JJ mencuit lengan saya, kemudian dengan keningnya yang berkerut-kerut,dia mengomel.

'aneh ya.kelompok kita gak pernah maju presentasi sepanjang semester ini.jadi opponent juga gak deh'
saya mengangguk-ngangguk.ada benar juga.sepanjang enam bulan di semester ini,tidak pernah sekalipun team kami dipanggil untuk membentangkan perbahasan kami.satu kelegaan juga sebetulnya-kerana saya lebih selesa menjadi pemerhati dan pendengar di sesi pleno.

'ya,mungkin kelompok kita ini kelompok orang-orang invisible,JJ.gak pernah diketahui dan dipedulikan kewujudannya.makanya,kita gak pernah dipanggil-panggil maju' 

balas saya,berseloroh.JJ ketawa kecil.

'kelompok orang-orang invisible - kasihan amat yah' kata JJ setelah selesai ketawa. 
'tapi lho kayaknya perhatian bangat deh, pada presentasi di depan' sambung JJ lagi.

mungkin kerana sejak dari tadi saya hanya memandang kaku diam terus-menerus pada setiap pembentangan,JJ berfikiran bahwa saya memberikan penumpuan sepenuhnya.tapi dia silap.pandangan saya tembus meliar entah ke mana-mana.community medicine - bukanlah satu topik menarik buat saya.bahkan yang paling membosankan.lalu saya jelaskan kepada JJ.

'JJ,sebenarnya gue tuh dari tadi coba memahami,tapi ternyata gue masih belum berhasil menghayati community medicine.ini pelajaran paling absurd dalam sejarah pendidikan gue' luah saya,kecewa.

JJ meringkik perlahan,menahan tawa.saya tidak tahu di mana lucunya luahan saya itu.dan seterusnya selepas itu, saya sudah tidak mendengar lagi apa kata JJ, kerana saya memikirkan kadang-kadang hal yang terlalu  sulit untuk difahami,yang kononnya bagi kita ia terlalu absurd, dan unik,dan mendalam, - sedang kita  berusaha memberikan pengertian,ia akhirnya hanya menjadi sesuatu yang kosong.

seperti hidup ini.mungkin ia tak perlu ada erti yang masuk akal.mungkin ia tetap harus tinggal sebagai sesuatu yang gila,merumitkan atau 'ridiculous'- hanya sekadar untuk dijalani - sampai mati - tanpa perlu diberikan  difinisi yang rigid.






ya.ini tulisan yang (sok) absurd sebetulnya.