lalu ku dapati
hanya angin yang bertiup dingin
di sela senandung lagu lama
dan foto di layar kaca
tak berbalas
kecuali seribu kartupos yang berganti-ganti
tersibak dari album yang tersimpan rapi
untuk alasan yang tak pasti"
- petikan puisi Kartu Pos Gambar Pengantin,oleh Hendry Ch Bangun,dari buku Kumpulan Sajak Elegi Bagi Cinta -
membaca puisi-puisi melankolik-nya buat almarhum istri tercinta yang telah sekian tahun meninggal dunia,bisa juga meruntun hati menjadi sayu.seakan dapat melihat air matanya yang menitis ketika menuliskan kerinduan pada insan yang takkan pernah pulang lagi.
kita sering begitu.
mengenang,dan menangisi apa yang bukan lagi milik kita.tidak ada salahnya menyimpan memori-memori favurit,walaupun momen itu sudah lama berlalu.namun sejauh manakah kita menghargainya ketika kita masih berpeluang mendakap bahagia dan seperti apa kita pernah berusaha mempertahankan walau menyerah kalah itu terlihat lebih baik ?
ya,kita sering begitu.
terlambat,dan kemudian sesal separuh mati.