25 September 2011

tiga minggu lalu,ketika aku sedang berdiri di antara dua jalan yang contra hitam putihnya sangat jelas,dan masa mendesak aku agar memilih jalan manakah yang harus aku lalui..maka aku menggunakan teori -listen to your heart- untuk membuat keputusan itu.

tapi celakanya,kalau hati kau banyak setan,maka teori tadi akan ter-praktek sebagai -listen to the evil-
; dan itu lah yang berlaku pada aku.

aku nak menyalahkan setan,tapi aku faham..memang setan dicipta untuk mendajalkan manusia-manusia miskin iman dan ilmu seperti aku.jadi aku menyalahkan diri sendiri kerana memberi sewa ruang hati aku kepada setan.

tapi [sekali lagi],permainan salah-menyalah ini langsung tidak cool,malah seakan-akan melempar tahi ke muka sendiri.yang aku kisahkan sekarang bukan lagi sorak sorai para iblis yang sedang berpesta bogel ghairah melihat kesesatan dan kejahilan aku..namun aku lebih pedulikan celah mana lagi dapat aku hulurkan tangan agar malaikat dapat membawa lari aku dari kepungan laknatullah ini.

jadi hari ini,aku berhenti berjalan.sekadar menoleh ke kiri kanan,melihat kebodohan sendiri yang tercicir di belakang.jalan yang aku pilih tiga minggu lepas kian condong menuju ke neraka,dan bayang-bayang syurga pun semakin pudar.

babi.kau menang lagi kali ini,setan.

aku korek keluar hati aku,dan aku simenkan pejal-pejal,sebelum disimpan kembali ke rongga dada.
biar jadi hati batu,hati keras,hati beku.
itu lebih baik daripada tertipu dengan hati sendiri.